KINI PAYPAL SUDAH TERHUBUNG DENGAN BANK DI INDONESIA Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

10 July 2003

Cara Parkir Mobil

Parkir sering dianggap sebagai hal sepele bagi kebanyakan pemilik mobil. Padahal posisi parkir yang salah, tak saja membuat orang lain terganggu. Sejumlah komponen mobil pun terancam aus, bila Anda tidak memarkir mobil secara tepat.
Selain itu, kebiasaan buruk cara parkir jelas akan merugikan diri sendiri. Pintu mobil penyok, spion patah bahkan pengguna lahan lain pun bisa-bisa menyumpah serapah akibat mobil terlalu berhimpitan, misalnya.
Kegiatan memarkir memang sepertinya sepele dan bisa dilakukan setelah seseorang dapat mengemudikan mobil. Namun, parkir yang akurat rasanya perlu dibiasakan. Berikut ini beberapa saran yang bisa diterapkan para pengemudi mobil.
Kuasai cara parkir setelah bisa mengemudi
Idealnya, bila seseorang selesai belajar mengemudi, cara parkir yang benar harus pula dikuasai. Sayangnya, tak banyak sekolah mengemudi mengajarkan hal ini. Hal utama memarkir dengan benar adalah mengetahui ukuran mobil yang dikemudikan.
Pertama, yang harus diingat Anda harus bisa memarkir mobil dari berbagai sudut. Sebab, bisa saja lahan parkir berada di sebelah kiri, kanan, atau pinggir jalan. Kuasai fungsi kemudi secara maksimal, baik saat mobil maju maupun mundur.
Selalu memarkir dengan cara mundur
Paling bagus adalah cara para anggota militer memarkir mobilnya. Caranya posisikan mobil dengan bagian depan mengarah ke jalan bila sistem parkir dengan lajur. Ini sangat bermanfaat bila Anda harus cepat-cepat pergi dari tempat bersangkutan.
Memang saat hendak parkir rasanya lebih rumit karena harus berjalan mundur. Namun secara psikologis ini tak terlalu menyusahkan, dibanding bila saat hendak keluar kita harus bergerak mundur karena terlanjur mobil di parkir dengan moncong menghadap tembok.
Bila sistem parkir paralel -- ini biasa pula terjadi pada lahan sempit sehingga terjadi penumpukan mobil -- kegiatan memarkir dengan mundur jelas akan lebih memudahkan mobil masuk di lahan yang dituju. Ini karena memang rasio kemudi mobil lebih memiliki sudut luas bila kendaraan tersebut bergerak mundur.
Jadi, misalnya telah ditemukan lahan kosong di areal parkir paralel, lewati dahulu tempat itu. Tepat setelah berada di samping mobil -- yang nantinya akan berada di depan mobil Anda -- baru Anda mengambil ancang-ancang untuk mundur. Cara yang paling aman, pepetkan bagian belakang kiri mobil Anda ke mobil bersangkutan saat akan masuk lahan yang bakal kita tempati.
Lalu belokkan kemudi sesuai keperluan Anda hendak memasukkan mobil kita. Setelah separuh bodi masuk, belokkan kemudi pada arah berlawanan dan mobil bakal bergerak lurus mengisi lahan tersebut. Jangan lupa mobil tak perlu direm tangan, karena bila memarkir dengan posisi paralel memang risikonya mobi bakal di dorong maju dan mundur selama masih menggunakan lahan parkir tersebut.
Jadikan patokan kaca spion dan posisi arah moncong
Ini memang aneh. Kebanyakan pengemudi masih saja menengok ke belakang atau bahkan mengeluarkan kepala saat hendak parkir ke arah gerakan mundur. Biasakan mengoptimalkan fungsi kaca spion untuk melihat jalur ke belakang. Guna membantu memposisikan mobil, ambil saja patokan arah moncong mobil Anda. Bila moncong lurus, pasti mobil juga dalam posisi lurus.
Untuk membiasakan mengintai jalur parkir dari spion dapat dimulai seperti kalau Anda mengamati dinamika lalu lintas di kanan, kiri, dan belakang mobil saat mengemudi. Hanya memang diperlukan kebiasaan dan ini perlu dipaksakan.
Luruskan setir dan pilih lahan paling rata
Posisi parkir, apalagi bila itu harus terjadi dalam hitungan berjam-jam, seharusnya dilakukan dengan meluruskan posisi kemudi sehingga keempat roda lurus satu sama lain.
Bila tidak, apalagi mobil diparkir di garasi dalam hitungan hari, dipastikan komponen 'kaki-kaki' mobil bersangkutan akan cepat aus. Ini karena tak didapatnya posisi seimbang pada karet dan komponen 'kaki' saat harus menopang berat mobil bersangkutan
Pilih pula lahan parkir dengan kondisi paling rata.
Bila terpaksa harus parkir pada posisi miring, misalnya lahan parkir di depan rumah, maka lakukan rotasi posisi setiap sepekan sekali. Ini diperlukan untuk menyeimbangkan kerja 'kaki' karena parkir miring akan membuat titik berat mobil tidak tepat di tengah. bid/berbagai sumber
( ) Republika

No comments: