Pihak Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta kecewa terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI terkait dengan kerusakan sejumlah ruas jalan raya di Ibu Kota. Dewan telah menerima cukup banyak keluhan masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat ruas jalan raya yang mereka lewati berlubang dan tidak kunjung diperbaiki.
"Kita minta Dinas PU DKI untuk segera memperbaiki seluruh ruas jalan di Jakarta yang rusak. Sebab, sudah banyak mencelakakan masyarakat pengguna jalan. Padahal, sebagai membayar pajak, mereka wajib menikmati jalan yang mulus, tidak berlubang seperti sekarang ini. Warga telah dirugikan karena banyak jalan raya yang tergenang, rusak, dan tidak segera diperbaiki," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Zainudin MH, Senin (14/1).
Zainudin MH yang juga anggota Komisi D (Bidang Pembangunan) itu akan mengusulkan pimpinan komisinya untuk memanggil pimpinan Dinas PU, meminta pertanggungjawaban terhadap kerusakan jalan raya.
"Saya sendiri juga melihat banyak jalan di Jaksel yang berlubang didiamkan saja, tidak segera ditambal oleh Dinas PU. Padahal, dananya tersedia. Saya juga melihat kualitas pekerjaan di Dinas PU tidak sesuai dengan nilai anggaran yang dikeluarkan. Saya akan mengusulkan kepada Komisi D untuk segera memanggil Dinas PU," kata Zainudin MH yang juga Ketua DPP II Partai Golkar Jaksel ini.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, menjawab pertanyaan wartawan tentang proyek prioritas perbaikan jalan dalam rangka program 100 hari kinerja Gubernur DKI, ia mengatakan telah memerintahkan Kepala Dinas PU Wisnu Subagyo Yusuf membuat kajian yang konprehensif tentang kerusakan jalan di Ibu Kota. Pasalnya, kerusakan jalan itu jenisnya bermacam-macam, ada yang rusak total karena usia jalan sudah tua, dan harus direhab total; ada yang hanya berlubang, dan perlu segera ditambal. "Tidak membedakan apakah itu jalan nasional atau jalan provinsi, sebab masyarakat menganggap kalau ada jalan rusak di Jakarta ya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI," katanya.
Soal buruknya kualitas jalan yang dikerjakan para konstraktor, sehingga baru saja selesai ditambal, beberapa saat kemudian rusak lagi, Fauzi Bowo enggan berkomentar.
Ada 100 Titik
Di tempat terpisah, Wakil Kepala Dinas PU Budi Widiantoro mengatakan, Pemprov DKI terus melakukan pembenahan jalan yang rusak. Namun, karena tidak berimbangnya antara jumlah kendaraan bermotor yang melaju di jalan raya dan panjang jalan yang tersedia, maka beberapa jalan banyak yang rusak. "Dari inventarisasi yang kita lakukan saat ini sedikitnya ada 100 titik jalan rusak di Ibu Kota," ujar Budi Widiantoro. Guna mengatasi hal itu, pihaknya melakukan perbaikan secara darurat, seperti melakukan penambalan di beberapa jalan yang berlubang. "Ada anggaran Rp 7 miliar untuk perbaikan darurat," ujar Budi. Dari 6.500 km panjang jalan di DKI Jakarta, setiap tahunnya yang mengalami kerusakan mencapai satu persen. Kerusakan terparah terjadi di wilayah Jakarta Utara karena banyak dilalui truk tronton dan kontainer.
Banyaknya lubang besar membuat kendaraan memperlambat kecepatannya. Akibatnya, lalu lintas di sejumlah jalan mengalami kemacetan meski bukan pada jam sibuk.
Kerusakan jalan di antaranya terjadi di jalan-jalan:
Fachruddin
RE Martadinata
Gunung Sahari
Yos Sudarso
Sultan Agung
Minangkabau
Palmerah menuju Kebayoran Lama
Pemuda
Buncil Raya
Otista Raya.
Bahkan sejumlah jalan di Jakarta Utara berlubang dan meninggalkan titik-titik genangan. Jalan bergelombang terlihat di Jalan Yos Sudarso sebelum perempatan lampu merah Cempaka Putih. Di tempat tersebut, jalan yang terbuat dari aspal bergelombang sepanjang sepuluh meter sehingga kendaraan terlihat memperlambat lajunya di sana. Beruntung terdapat fly over sehingga kemacetan yang terjadi tidak begitu parah.
Sedangkan depan Kodamar Sunter, genangan setinggi betis atau sekitar 25 cm masih terlihat. Jalan bergelombang juga terlihat di mulut Jalan Kalibaru yang menuju Jalan Raya Cilincing. Panjang jalan yang bergelombang ini mencapai 15 meteran dengan kedalaman sekitar 10 cm sehingga beberapa kendaraan sedan terpaksa menghindarinya dan membuat jalan tersendat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Wisnu Subagyo Yusuf menuturkan, kerusakan jalan di Ibu Kota mencapai 424.000 meter persegi atau sekitar 1,06 persen dari total 40 juta meter persegi jalan di Jakarta. Untuk ruas jalan yang rusak ringan, sekarang terus dilakukan perbaikan. "Jalan yang rusak ringan dialokasikan dana sekitar Rp 6,8 miliar," ujar Wisnu.
Sedangkan untuk jalan rusak berat dialokasikan dana sebesar Rp 56 miliar. Namun perbaikan jalan rusak berat ini baru dapat dilakukan setelah APBD DKI disahkan. (SUARAKARYA - Yon Parjiyono)